PMI Kabupaten Buleleng Optimistis Penuhi Target Pelayanan Darah Tahun 2026

Buleleng –Jumat, 23 Januari 2026 Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat dan memenuhi standar akreditasi Unit Transfusi Darah (UTD). Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pra Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Buleleng yang dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Buleleng, I Gede Supriatna, SH.

Ketua UTD PMI Kabupaten Buleleng, dr. Rizani, dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini PMI Kabupaten Buleleng sedang mempersiapkan pembangunan di lantai atas gedung UTD sebagai salah satu upaya mendukung proses akreditasi yang akan datang. Untuk tahun 2026, PMI Kabupaten Buleleng menargetkan pemenuhan darah sebanyak 14.500 kantong. Target tersebut diharapkan dapat tercapai agar PMI mampu melayani kebutuhan darah masyarakat Buleleng, serta berkontribusi bagi kabupaten/kota lain yang membutuhkan.

“Pada tahun ini, stok darah PMI Kabupaten Buleleng dalam kondisi berlebih sehingga kita dapat membantu rumah sakit lain. Ini menjadi modal optimisme untuk memenuhi target di tahun 2026,” ujar dr. Rizani.

Namun demikian, dr. Rizani juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, terutama terkait pemenuhan sarana dan prasarana untuk mendukung akreditasi dan penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Salah satu kendala utama adalah keterbatasan peralatan, khususnya mesin pemisah darah aferesis dan sentrifus komponen. Saat ini PMI Kabupaten Buleleng baru memiliki satu unit alat pemrosesan darah, sehingga ketika terjadi kerusakan, pelayanan pemisahan darah tidak dapat dilakukan secara optimal dan harus berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Gianyar maupun UTD lain.

Selain itu, PMI Kabupaten Buleleng juga menargetkan 240 kali kegiatan mobil unit donor darah pada tahun 2026, serta merencanakan diklat bagi tiga orang staf PMI guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Untuk mendukung seluruh rencana tersebut, dibutuhkan tambahan anggaran pengadaan alat, terutama alat-alat besar dengan nilai di atas Rp500 juta. Kondisi ini menyebabkan proyeksi defisit anggaran pada tahun 2026 sekitar Rp500–600 juta.

“Kami tetap optimis, meskipun dengan keterbatasan anggaran, PMI UTD Kabupaten Buleleng mampu memenuhi target pelayanan masyarakat pada tahun 2026,” tegas dr. Rizani.

Sementara itu, Sekretaris PMI Kabupaten Buleleng, Dr. Gede Sandiasa, S.Sos., M.Si, memaparkan rancangan program kerja PMI Kabupaten Buleleng tahun 2026. Program tersebut meliputi kegiatan rutin seperti pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia, komunikasi dan penyebarluasan nilai-nilai kepalangmerahan, pelayanan kesehatan dan ambulans, program sumbangsih PMI, serta pelayanan penanggulangan bencana. Seluruh kegiatan dirancang dengan sumber pendanaan dari APBD, Bulan Dana PMI, serta sumbangan masyarakat yang tidak mengikat.

Dalam arahannya, Ketua PMI Kabupaten Buleleng I Gede Supriatna, SH menegaskan bahwa PMI harus terus meningkatkan kualitas pelayanan meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Ia mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi dan berkontribusi, baik melalui penggalangan dana internal PMI maupun dukungan dari pihak eksternal, guna memperkuat fasilitas pelayanan kemanusiaan.

“Kegiatan donor darah harus terus ditingkatkan. Ke depan diharapkan dapat menggerakkan OPD, dengan adanya 38 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Buleleng, apabila masing-masing OPD melakukan donor darah secara rutin dan dimotori oleh BKPSDM, maka pemenuhan kebutuhan darah ke depan dapat lebih terjamin,” ujarnya.

Selain itu, PMI Kabupaten Buleleng juga menargetkan pembentukan dan pembaruan pengurus PMI ranting yang didukung oleh program-program aktif di tingkat kecamatan, serta peningkatan koordinasi dan kolaborasi dengan pihak di luar Kabupaten Buleleng, khususnya dalam kegiatan penanggulangan bencana dan sosial kemanusiaan lainnya.

Melalui Pra Musyawarah Kerja ini, PMI Kabupaten Buleleng berharap seluruh rencana dan program yang telah disusun dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga tugas-tugas kemanusiaan PMI dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan luas dari masyarakat (sekret).

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *