23 Relawan Baru Resmi Bergabung, Palang Merah Indonesia Kabupaten Buleleng Perkuat SDM Kemanusiaan

Singaraja, 22 Februari 2026 – Palang Merah Indonesia Kabupaten Buleleng kembali memperkuat barisan relawan mudanya melalui Penutupan Pelatihan KSR Dasar PMI Unit STIKes Buleleng Angkatan VII. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mencetak generasi relawan yang kompeten, adaptif, dan siap mengabdi untuk kemanusiaan.

KSR PMI Kabupaten Buleleng Unit STIKES Buleleng DiklatDas Ke 7

Pelatihan dilaksanakan selama tujuh hari, mulai 16 hingga 22 Februari 2026, dengan melibatkan peserta dari tiga unit KSR di Kabupaten Buleleng, yaitu KSR Unit STIKes Buleleng, KSR Unit IAHN Mpu Kuturan Singaraja, dan KSR Unit Undiksha. Dari total 25 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 23 peserta dinyatakan lulus dan resmi bergabung sebagai relawan KSR PMI.

Proses Intensif dan Penuh Dedikasi

Ketua Panitia (Putu Bella Pebri Jawini) dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dipersiapkan kurang lebih satu bulan sebelumnya, mencakup koordinasi kepanitiaan, teknis pelaksanaan, hingga kesiapan materi dan fasilitas. Pelatihan berlangsung secara intensif dengan mengedepankan pembentukan karakter, kedisiplinan, keterampilan dasar kepalangmerahan, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Meski menghadapi sejumlah tantangan seperti faktor cuaca, kelelahan peserta, hingga kondisi kesehatan yang mengharuskan beberapa peserta dirujuk ke fasilitas kesehatan, kegiatan tetap berjalan lancar berkat kerja sama solid seluruh panitia dan dukungan berbagai pihak.

“Pengalaman ini mengajarkan bahwa kita harus mampu beradaptasi dengan setiap perkembangan dan situasi. Dengan cara-cara baru, kita benar-benar ditempa untuk menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan,” ungkap Ketua Panitia.

Pengalaman Peserta: Membentuk Disiplin dan Karakter

Salah satu peserta, Desi Indrayani, menyampaikan kesan positifnya terhadap pelaksanaan Diklat Dasar KSR. Menurutnya, kegiatan ini “sangat luar biasa dan keren” karena tidak hanya memberikan pengetahuan kepalangmerahan, tetapi juga membentuk disiplin serta karakter yang kuat.

Ia mengungkapkan bahwa selama tujuh hari pelatihan, peserta dilatih untuk bertanggung jawab, bekerja sama dalam tim, serta mampu beradaptasi dengan berbagai situasi yang dinamis. Tantangan fisik maupun mental yang dihadapi justru menjadi proses pembelajaran yang berharga dalam membangun ketahanan diri dan kemampuan adaptasi.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa Diklat KSR bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan proses pembentukan mental dan karakter relawan yang siap terjun ke masyarakat.

Penguatan Kompetensi Relawan Muda

Sambutan Pengurus PMI Kabupaten Buleleng yang diwakili Sekretaris PMI, Dr. Gede Sandiasa, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa bertambahnya KSR baru menjadi energi positif bagi penguatan sumber daya manusia PMI di Kabupaten Buleleng.

Dalam arahannya, beliau menekankan empat kompetensi utama yang perlu dimiliki relawan KSR:

  1. Mampu Beradaptasi, Kemampuan beradaptasi adalah kapasitas individu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan situasi, lingkungan, tugas, maupun tuntutan kerja. Individu yang adaptif tidak mudah tertekan ketika menghadapi dinamika organisasi, perubahan teknologi, atau tantangan baru
  2. Mampu Menjalin Kerjasama (Bersosialisasi), Kemampuan menjalin kerja sama adalah keterampilan untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan bekerja secara efektif dengan orang lain guna mencapai tujuan bersama.
  3. Manajemen Waktu, Manajemen waktu adalah kemampuan untuk merencanakan, mengatur, dan memanfaatkan waktu secara efektif agar tugas dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai prioritas.
  4. Problem Solving (Pemecahan Masalah), Problem solving adalah kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis penyebabnya, merumuskan alternatif solusi, serta memilih dan menerapkan solusi yang paling tepat.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, fasilitator, dan pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pelatihan, serta permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung.

Komitmen Membangun Relawan Mandiri dan Profesional

Pelatihan KSR Dasar ini bukan sekadar agenda kaderisasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun relawan yang mandiri, profesional, dan berintegritas. Dengan bertambahnya 23 relawan baru, PMI Kabupaten Buleleng optimis dapat semakin optimal dalam menjalankan misi kemanusiaan, baik dalam kondisi bencana maupun pelayanan sosial kemasyarakatan.

Melalui pembinaan berkelanjutan dan penguatan kompetensi, PMI Kabupaten Buleleng berkomitmen mencetak relawan muda yang tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

PMI Kabupaten Buleleng – Siap, Tanggap, dan Mengabdi untuk Kemanusiaan (Sekret).

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *