Perkuat Ketangguhan Desa, Relawan dan FPRB Seririt Ikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana Program KANAL

Buleleng – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana terus digencarkan. Sebanyak 160 relawan dan anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dari 8 desa/kelurahan di Kecamatan Seririt mengikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana dalam kerangka Program Ketangguhan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (KANAL). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 9–11 Januari 2026, bertempat di Wisma Nangun Kerti, Bedugul.

Pelatihan dibuka secara resmi pada Jumat (9/1/2026) dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, relawan desa, serta para fasilitator. Masing-masing desa mengirimkan 20 peserta, sebagai wujud komitmen bersama membangun desa yang tangguh dan siap menghadapi risiko bencana.

Dalam sambutannya, Kepala BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, SP, menegaskan bahwa menjadi relawan adalah tugas kemanusiaan yang mulia dan membutuhkan kesiapan menyeluruh, baik fisik maupun mental. Ia menjelaskan bahwa konsep dasar pelatihan ini berfokus pada tiga hal utama, yakni relawan yang tahu, mau, dan mampu.

“Relawan harus tahu, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental. Setelah tahu, relawan harus mau berbagi pengetahuan, mau terlibat aktif, dan mau mengabdikan waktu, tenaga, bahkan materialnya untuk kemanusiaan. Dan tujuan akhirnya, relawan harus mampu menjadi garda terdepan saat bencana terjadi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PBNU atas dukungan dan fasilitasi kegiatan ini, serta berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut demi mempersiapkan masyarakat Buleleng menghadapi berbagai potensi bencana.

Sementara itu, Sekretaris LPBI PBNU Pusat, Halik Rumkel, menyoroti pentingnya menjaga nilai empati dan kemanusiaan dalam kerja-kerja kebencanaan. Berdasarkan pengalamannya, banyak daerah pascabencana justru mengalami penurunan keterlibatan relawan terlatih seiring berjalannya waktu.

“Pelatihan ini tidak boleh sekadar program kerja sama, tetapi harus menjadi tuntunan nilai kemanusiaan. Nilai inilah yang harus kita jaga agar semangat saling menolong tidak luntur,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa PBNU selama ini terus bersinergi dengan BNPB dan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan penanggulangan bencana di daerah.

Sambutan Bupati Buleleng yang diwakili oleh Asisten I Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, S.STP., M.AP, menyampaikan bahwa tren kejadian bencana dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan, baik bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, maupun bencana geologi.

“Relawan merupakan ujung tombak dan pilar utama dalam sistem penanggulangan bencana. Kepedulian dan kompetensi relawan akan menjadi energi besar dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi inisiatif Nahdlatul Ulama dan Australia Siap Siaga dalam pelaksanaan Program KANAL, serta peran aktif pemerintah desa dan kecamatan yang telah mengalokasikan dana desa untuk mendukung kegiatan penanggulangan bencana.

Dalam pelatihan ini, PMI Kabupaten Buleleng turut terlibat aktif melalui kehadiran para fasilitator berpengalaman yang mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Fasilitator dari PMI Kabupaten Buleleng tersebut antara lain Made Pasek Yasa, S.Sos., Kadek Sumardika, S.Sos., Kadek Bayu Mahendra, S.H., Daud Puji Raharjo, dan Yudi Andika. Kehadiran para fasilitator PMI ini memperkuat materi pelatihan, khususnya dalam aspek kesiapsiagaan, respons darurat, serta penguatan peran relawan berbasis desa.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis relawan dan FPRB, tetapi juga menanamkan semangat kemanusiaan yang berkelanjutan. Dengan sinergi lintas pihak, masyarakat desa di Kabupaten Buleleng diharapkan semakin siap, tangguh, dan sigap menghadapi berbagai ancaman bencana di masa depan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *