
Singaraja – 11 JUNI 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali menerima kunjungan studi internasional dari puluhan pelajar dan mentor pendamping asal Kirklees College, Inggris, bertempat di Markas PMI Provinsi Bali, Denpasar. Kunjungan strategis ini bertujuan untuk mempelajari sistem ketahanan komunitas lokal Indonesia dalam menghadapi bencana alam. Dalam kesempatan tersebut, PMI Provinsi Bali menghadirkan Tim Teknis dari PMI Kabupaten Buleleng sebagai narasumber utama untuk membagikan kisah sukses penanggulangan banjir bandang di Desa Banjar serta strategi pembentukan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).
Kepala Markas PMI Provinsi Bali menyambut baik kehadiran generasi muda global yang menaruh perhatian besar pada isu kemanusiaan dan mitigasi bencana di Bali. Manajemen kebencanaan yang efektif tidak hanya bertumpu pada respons pemerintah, melainkan pada kesiapan warga di tingkat paling bawah (akar rumput). Melalui forum ini, Bali membagikan model berbasis kearifan lokal yang terstruktur kepada dunia internasional.

Selama sesi sharing, perwakilan PMI Kabupaten Buleleng memaparkan materi intensif mengenai kronologi penanganan kegawatdaruratan saat banjir bandang melanda Desa Banjar beberapa waktu lalu. Fokus utama pemaparan diarahkan pada proses pembentukan SIBAT—garda terdepan desa yang dilatih mandiri untuk melakukan pemetaan risiko bencana, menyusun jalur evakuasi, hingga mengoperasikan sistem peringatan dini berbasis komunitas sebelum bantuan tim ahli tiba di lokasi.
Pimpinan delegasi Kirklees College, Inggris, menyatakan kekagumannya terhadap ketangguhan warga lokal di Bali. Sistem SIBAT yang digerakkan oleh PMI Buleleng dinilai sebagai model mitigasi bencana berbasis warga yang sangat rapi, adaptif, dan efisien. Pengalaman berharga ini menjadi referensi internasional yang sangat kaya untuk dibawa pulang dan dipelajari dalam kurikulum manajemen keselamatan di Inggris.

Melalui kolaborasi lintas negara ini, PMI Provinsi Bali dan PMI Kabupaten Buleleng membuktikan bahwa metode penanggulangan bencana berbasis warga bentukan mereka mampu menjadi rujukan dan inspirasi edukasi kemanusiaan di tingkat global. R2